Penyakit Silikosis atau Silicosis adalah penyakit saluran pernafasan yang disebabkan oleh pencemaran debu silika bebas (SiO2), yang terhisap dan kemudian mengendap menyebabkan peradangan dan pembentukan jaringan parut pada paru-paru. Penyakit Silikosis sering terjadi pada orang-orang yang telah menghirup debu silika selama beberapa tahun.

Penyakit Silikosis (Silicosis)

Penyakit Silikosis (Silicosis)

Debu silika yang masuk ke dalam paru-paru akan mengalami masa inkubasi sekitar 2 – 4 tahun. Masa inkubasi ini akan lebih pendek, atau gejala penyakit silicosis akan segera tampak, apabila konsentrasi silika di udara cukup tinggi dan terhisap ke paru-paru dalam jumlah banyak.

Biasanya Debu silika bebas (unsur utama dari pasir) banyak terdapat dan berasal dari:

- Pabrik besi dan baja
- Pabrik keramik
- Pengecoran beton
- Bengkel yang mengerjakan besi (mengikir, menggerinda, dll)
- Penampang bijih besi
- Pabrik timah putih
- Peledakan pasir
- Pembuatan terowogan
- Pembuatan alat pengampelas sabun
- Tambang batubara

Pemakaian batubara sebagai bahan bakar juga banyak menghasilkan debu silika bebas SiO2. Pada saat dibakar, debu silika akan keluar dan terdispersi ke udara bersama-sama dengan partikel lainnya, seperti debu alumina, oksida besi dan karbon dalam bentuk abu.

Pemaparan Debu Silika biasanya terjadi pada:
- Buruh tambang logam
- Pekerja pemotong batu dan granit
- Pekerja pengecoran logam
- Pembuat tembikar

Penyakit Silikosis (Silicosis) ada 3 jenis yaitu:

1. Penyakit Silikosis Kronis Simplek

Penyakit Silikosis Jenis ini terjadi akibat pemaparan sejumlah kecil debu silika dalam jangka panjang (lebih dari 20 tahun). Nodul-nodul peradangan kronis dan jaringan parut akibat silika terbentuk di paru-paru dan kelenjar getah bening dada.

2. Penyakit Silikosis Akselerata

Penyakit Silikosis jenis ini terjadi setelah terpapar oleh sejumlah silika yang lebih banyak selama waktu yang lebih pendek (4-8 tahun). Peradangan, pembentukan jaringan parut dan gejala-gejalanya terjadi lebih cepat.

3. Penyakit Silikosis Akut

Sedangkan Penyakit Silikosis jenis ini terjadi akibat pemaparan silikosis dalam jumlah yang sangat besar, dalam waktu yang lebih pendek. Paru-paru sangat meradang dan terisi oleh cairan, sehingga timbul sesak nafas yang hebat dan kadar oksigen darah yang rendah.

Gejala Penyakit Silikosis :

- Demam
- Batuk berdahak
- Sesak nafas
- Saluran pernafasannya mengalami iritasi (bronkitis)
- Gangguan pernafasan yang berat dan semakin parah
- Pernafasan memburuk dalam 2-5 tahun setelah berhenti bekerja
- Penurunan berat badan
- Kerusakan di paru-paru
- Hipertropi jantung sebelah kanan
- Mengakibatkan gagal jantung (kegagalan kerja jantung)
- Resiko 3 kali lebih besar menderita tuberkulosis

Pencegahan dan Mengatasi Penyakit Silikosis:

*
Pengawasan dan pemeriksaan kesehatan secara berkala bagi pekerja dan lingkungan kerja akan membantu mencegah terjadinya silikosis. Pekerja harus memakai peralatan yang memberikan udara bersih atau sungkup.

*
Data kesehatan pekerja sebelum masuk kerja, selama bekerja dan sesudah bekerja perlu dicatat untuk pemantulan riwayat penyakit pekerja kalau sewaktu-waktu diperlukan.
Pemeriksaan yang dilakukan:
- Rontgen dada (terlihat gambaran pola nodul dan jaringan parut)
- Tes fungsi paru
- Tes PPD (untuk TBC).

*
Pekerja yang terpapar silika, harus menjalani foto rontgen dada secara rutin. Jika foto rontgen menunjukkan silikosis, dianjurkan untuk menghindari pemaparan terhadap silika.

*
Tempat kerja yang potensial untuk tercemari oleh debu silika perlu mendapatkan pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja dan lingkungan yang ketat sebab penyakit silicosis ini belum ada obatnya yang tepat.

*
Mencegah semakin memburuknya penyakit :
- Menghilangkan sumber pemaparan
- Membatasi pemaparan terhadap silika
- Terapi suportif obat penekan batuk, bronkodilator dan oksigen
- Diberikan antibiotik
- Berhenti merokok
- Menjalani tes kulit untuk TBC secara rutin

Penderita silikosis memiliki resiko tinggi menderita tuberkulosis (TBC), sehingga dianjurkan untuk menjalani tes kulit secara rutin setiap tahun. Silika diduga mempengaruhi sistem kekebalan tubuh terhadap bakteri penyebab TBC. Jika hasilnya positif, diberikan obat anti TBC. Artikel Kesehatan Penyakit Silikosis (Silicosis) sumber  medicastore.com.



Post in 14 November 2011 at 1:04 am | Category Penyakit